Rabu, 31 Agustus 2022
#New knowledge 010922 otlr part 8 kondisi geografis dan budaya yg kamu adopsi menentukan bakat yg kamu wariskan..
Mungkin kamu sering mendengar stereotipe kalo katanya orang Asia itu jago matematika.. sebagian besar orang mungkin gak setuju, tapi beberapa aspek dari budaya timur, faktanya mendukung stereotipe ini.. mulai dari aspek bahasa, misalnya ketika anak2 Asia mempelajari angka dalam bahasa mereka, mereka juga sekaligus belajar perhitungan sederhana seperti tambah2an, sehingga kemampuan berhitung merekapun lebih berkembang, selain aspek bahasa, aspek makanan pokok juga berpengaruh, nasi yg merupakan makanan pokok orang asia, dapat membantu mereka lebih pandai matematika karena bertani padi menuntut etos kerja yg kuat, selain itu lebih sulit untuk menanam padi dibarat,, panen padi melatih ketelitian, koordinasi dan kesabaran seseorang, sistem feodal di Eropa membuat petani gak banyak mendapatkan untung dari hasil kerja mereka karena harus menyerahkan sebagian besar hasil panen mereka kepada tuan tanahnya, sistem ini gak umum di Asia.. jadi petani diasia dapat mendapatkan hasil yg setimpal dengan kerja kerasnya.. hal inipun melestarikan budaya kerja keras seperti pepatah kuno yg mengatakan "orang yg bangun sebelum fajar selama 1 tahun 360hari gak akan gagal membuat keluarganya kaya".. trus apa hubungan itu semua dg matematika sama seperti bertani, matematika kan juga sulit, kamu bisa saja menghabiskan waktu 1 jam untuk mengerjakan sebuah soal dan selalu mendapatkan jawaban minus 17 saat jawaban yg benar adalah 25273, penelitian telah membuktikan kalo pelajar dibarat lebih mudah menyerah menyelesaikan soal matematika dibanding dengan pelajar ditimur.. jadi ya secara umum orang Asia lebih pandai dalam matematika, karena ini adalah bagian dari warisan budayanya.. orang-orang dengan leluhur yg bekerja keras sebagai petani padi cenderung akan mendapatkan turunan etos kerja yg ulet itu.. yg dapat berguna saat mereka belajar matematika.. kecenderungan ini tetap ada walaupun generasi2 keluarga Asia sudah banyak yg gak bertani lagi..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar